si "Gombar/de berkogningin" legenda parahyangan yang tertidur pulas dan rapuh dimakan usia.
Mungkin masih asing bagi beberapa masyarakat awam mengenai julukan terhadap
salah satu lokomotif uap legenda Jalur Parahyangan Cibatu-Garut. Lokomotif ini
menjadi idola masyarakat Cibatu-Garut waktu itu. Dalam postingan kali, saya
memiliki kesempatan untuk mengunjungi Museum transportasi TMII (Taman Mini
Indonesia Indah) yang terletak di Jakarta Timur.
Lokomotif uap ini memiliki keunikan yaitu tergolong tipe lokomotif mallet, yang dimana sistem kerja uap di
lokomotif ini dibagi dua, yaitu Tekanan uap tinggi akan dialirkan ke piston
belakang, sementara tekanan uap rendah akan dialirkan ke piston depan, dan keluar
melalui cerobong asap. Sistem mallet ini diciptakan guna memperoleh tenaga uap lokomotif yang besar serta dapat melalui rute pegunungan di daerah Jawa Barat. Berikut ini adalah foto dan keterangan lengkap tentang lokomotif gombar (cmiiw):
B.Piston depan ; C.Piston Belakang
D.Kotak kontrol bagian roda depan
E.Ruang kontrol pipa-pipa uap ; F.Kabin Masini Lokomotif
G.Tender (Tempat penyimpanan Batubara dan tangki air lokomotif)
H.Sand box ; I.Steam dome (Untuk mengontrol pipa, tekanan air dan tekanan uap yang ada pada boiler).
Pasti pada bertanya dimana pipa uap yang menyalurkan uap tekanan rendah ke piston depan?. Jawabannya ada pada gambar berikut ini...
Pipa uap bertekanan rendah ada pada tengah chassis diantara kedua piston, pipa ini merupakan pipa yang terbuat dari besi. Bagian yang di beri lingkaran besar adalah posisi dimana pipa tekanan rendah tersebut berada, dan yang di lingkari satunya adalah bagian ujung chassis depan yang fleksibel, yang mengikuti arah rel. Chassis tersebut tidak bisa memutar 180 derajat dikarenakan adanya pipa fleksibel di tengah chassis.
Lebih jauh lagi ke bagian detailnya yang saya lihat, banyak bagian yang telah alami keropos dan rapuh karena dimakan usia dan minimnya perawatan dari pihak terkait. Pipa penyalur uap tekanan tinggi ke piston belakang banyak alami karat dan rusak pada bagian penutupnya. Sepertinya hal tersebut akan menjadi masalah bila dibiarkan terus menerus, maka untuk melakukan maintenance, butuh dana yang tidak sedikit. Berikut ini kondisi pada bagian-bagian lok uap yang rusak.
Bagian yang rusak tersebut adalah penutup pipa uap tekanan tinggi dari boiler ke piston belakang. Kondisi pipanya masih tetap utuh, tapi banyak karat dimana-mana. Kerusakan ini hampir merata pada bagian sekeliling pipa uap lokomotif ini. Kalau saya punya saran, bagian yang keropos tersebut diganti dengan lapisan plat tips yang baru. Untuk pipa yang berkarat, masih bisa untuk diperbaiki dan dilapisi kembali.
Ini juga bagian sebelah kiri yang mengalami keadaan yang sama dimana keropos pada bagian pelindung pipa tekanan tinggi. Sementara untuk beberapa bagian lain masih dalam keadaan terawat.
Lanjut kembali penjelajahannya..........
Rasa penasaran saya masih belum juga terjawab bila belum melihat bagian lokomotif uap ini secara detail. Pertama saya mulai dari bagian depan (Huruf D dan E), saya membuka kotak yang dimana disitu terdapat posisi roda depan/roda idle (mungkin banyak railfan menyebutnya). Kedua, saya membuka bagian penutup boiler yang dimana terdapat banyak pipa-pipa kecil yang menyalurkan uap,kemudian dilanjutkan dengan melihat kondisi kabin lokomotif, kondisi tender serta kondisi perapian (tungku pembakaran) lok uap ini.
Huruf D pada gambar yang di postingan paling atas, memiliki penamppang seperti di foto terlihat banyak berkarat dan masih perlu perbaikan.
1.Cerobong Asap
2. Pipa penyalur tekanan uap tinggi yang di salurkan ke piston belakang
3.Pipa-pipa penyalur uap pembakaran tungku. Pipa ini di buat dalam jumlah yang cukup banyak agar bertujuan uap yang keluar ke cerobong asap tidak terlalu boros.
4.Pipa kecil yang bertujuan untuk menambah tekanan uap yang di arahkan ke steam dome agar uap bisa berkumpul pada pipa yang bertekanan tinggi. Lokomotif ini memiliki tekanan uap yang tinggi.
5.Lubang keluarnya uap tekanan rendah dari piston depan.
Kemudian berlanjut ke kabin
Pada saat memasuki kabin lok uap ini, tampa beberapa tuas navgasi serta peralatan kabin yang tidak lengkap. Tuas penggerak/gas pada huruf a tidak ada, kemudian indikator level air pada huruf b juga tidak ada, tapi beberapa tuas lainnya masih utuh. Antara lain, Tuas penutup tungku pembakaran (c), tuas untu operasikan rem pada huruf (d), dan d1 adalah tuas untukk menahan rem tetap pada posisinya. Tekanan uap dapat di kontrol dengan melihar indikator uap (g), sementara peluit lok uap ini pada huruf (e). Untuk F1 sampai f4 saya masih belum memahami fungsi tuas tersebut. Tuas untuk maju/mundurnya lokomotf juga tidak ada.
Ada yang unik pada bagian tungku pembakaran lok uap ini, yaitu bagian pembakarannya hampir semuanya terbuat dari batu. Apakah dulunya lokomotif ini bukan berbahan bakar batu bara?.
Saat naik ke tender, tampang tender agak sedikit berbeda dari tender pada lok uap lainnya. Tender ini di dominasi oleh tangki air, dan sedikit sekali tempat/space untuk menampung bahan bakar bakar batubara atau kayu. Apakah dahulu lokomotif ini bukan berbahan bakar kayu atau batubara melainkan residu???
Setelah selesai mereview lokomotif uap si Gombar ini, harapannya dapat menjadi masukan bagi pihak terkait terutama bagi pengelola museum transportasi Taman Mini Indonesia Indah agar selalu merawat aset-aset milik perkeretaapian Indonesia. Bila pihak museum tidak sanggup, bisa mengundang para pecinta kereta api seperti IRPS, para railfan untuk membantu merawat aset tersebut. Pihak Kemenhub, DJKA juga tidak boleh menutup diri atau enggan melibatkan diri untuk aktif merawat aset ini. Aset ini adalah aset berharga dan jangan sampai terbengkalai, dan rapuh di makan usia. Yang menjadi harapan besar adalah lokomotif uap ini di hidupkan kembali serta di restorasi total dan ini butuh dukungan penuh dari Kepala daerah di mana lokomotif ini dahulunya berdinas.
Sekian review kali ini, sampai jumpa di review lok uap lainnya.....
O iya, berikut ada foto lok uap ini dari depan dan belakang.....silahkan download :)


Komentar
Posting Komentar